PARTNER KAMI

Arisakti Prihatwono, S.H., M.Kn

Managing Partner

Arisakti lulus dari Fakultas Hukum Diponegoro Semarang, Indonesia dimana dia mendapatkan gelar Sarjana Hukum di bidang Hukum Internasional. Lalu dia mendapat gelar Magister Kenotariatan dari Universitas Diponegoro dan lulus tahun 2004. Arisakti mendapatkan ijin beracara PERADI di tahun 2007 yang membuat ia dapat melakukan praktek hukum di Indonesia. la sekarang adalah Managing Partner di Prihatwono Law Firm yang didirikan di akhir 2013.

Pengalamannya kerjanya yang luas baik tugas professional maupun dunia kewirausahaannya. Di tahun 2006 ia bergabung di PT Hutchison 3 Indonesia, sebuah perusahaan telekomunikasi sebagai Legal Counsel. Di 2010 ia ditunjuk untuk fokus di Regulatory Strategic, Dalam hal strategic ini ia berkecimpung di hubungan pemerintah baik di sektor telekomunikasi maupun di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara umum. Dalam periode ini, ia sangat aktif dalam diskusi terkait peraturan telekomunikasi dan Rapat Kerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika. la juga anggota aktif di Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (“ATSI”), beberapa diantaranya adalah terkait

Pencurian Pulsa, Menara Telekomunikasi serta Otonomi Daerah, Penyadapan, Kualitas Layanan bagi Perusahaan Penyedia Jasa Seluler , Kewajiban pendaftaran bagi Kartu Pra Bayar dan Aturan terkait Konten.

Di industry Tech Start Up dia berperan penting dalam pendirian Association Tech Start Up Indonesia (“ATSINDO”) — atsindo.org. la adalah koordinator di bidang Legal. Baru-baru ini ia juga aktif dalam pendirian Pusat Studi Fintech Syariah (“PSFS”) yang bermarkas di STEI Tazkia. Tak hanya itu ia juga berperan penting dalam dunia wakaf Indonesia serta ditunjuk menjadi penasehat hukum di Wakaf Al Azhar Jakarta. la memberi nasehat untuk memperoleh ijin Wakaf Online dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan aspek kepatuhan lainnya terkait aspek Fintech.

Arisakti juga tak hanya peduli pada dirinya dengan studinya di bangku kuliah.. Namun sejak kuliah ia aktif di berbagai organisasi mahasiswa. la adalah penerima beasiswa dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 1995 – 1999. la juga menjadi Ketua Delegasi mahasiswa hukum di acara regional Asean dan tak hanya itu ia juga menjadi Ketua Delegasi Mahasiswa Hukum Indonesia di Asean Law Students’ Conference di Kuala Lumpur tahun 1998. la sekarang aktif sebagai pendiri Pejuang Subuh dan menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Pejuang Subuh Indonesia, sebuah organisasi non profit yang fokus mewujudkan Shalat Subuh seramai Shalat Jumat.